pasangan_bahagia

Jadilah Istri Yang Memahami Maka Akan Bahagia

Diposting pada

Sebagai istri yang memahami pasangan ( suami ),alangkah baiknya dalam mengarungi bahtera rumah tangga seharusnya tidak menyakiti perasaan suami.

Mis komunikasi bisa menyebabkan keretakan rumah tangga. Terlihat sederhana tapi sangat rentan mendorong pasangan,memutuskan pisah dari pasangan-nya.

Kita harus sadar bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna,termasuk dalam membina rumah tangga. Bahagia berumah tangga saat kita mampu memahami pasangan kita dan menerima kekurangan-nya.

Rumah tangga tidak akan bahagia jika kita selalu mementingkan diri sendiri,dan merendahkan pasangan kita. Menuntut dan membebani pikiran menyebabkan pasangan ( suami ),merasa tidak di hargai oleh pasangan-nya.

Bagaimana cara menjadi istri yang memahami pasangan?

Ada beberapa cara sederhana namun bisa menjaga keluarga tetap bahagia,dalam keadaan apapun bersama pasangan Anda.

1| Tidak egois

Mementingkan diri sendiri ( egois ) adalah salah satu menyebabkan tidak harmonis sebuah rumah tangga. Pasangan akan merasa kecil hati atau tak di hargai,saat keputusan hanya di lakukan sepihak tanpa bertanya pendapat pasangan-nya.

Tujuan membina rumah tangga adalah bahagia,berbagi rasa baik suka maupun duka. Ketika membina rumah tangga tetapi masih selalu mementingkan diri untuk apa jika tidak bisa menghargai pasangan Anda?

Mengalah atau tidak egois adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah bersama pasangan. Adakalanya kita menjadi pendengar bukan kukuh dengan kedua pendapat sehingga perdebatan tidak berkesudahan.

Keputusan terbaik adalah keputusan yang di hasilkan lebih dari satu orang,memadukan kedua pendapat sehingga mendapatkan dan mencapai solusi terbaiknya.

Egois bukan penyelesain dalam rumah tangga. Menghargai dan mempertimbangkan jauh lebih efektif menyelesaikan persoalan.

2| Menjadi penasehat bukan hakim

Adakalanya pasangan mempunyai beban pikiran yang belum tentu di ketahui pasangan ( istri ),menyebabkan kegagalan karena kesalahan memutuskan.

Sebagai seorang istri saat suami mengalami kegagalan,seharusnya memberikan semangat agar pasangan-nya mampu bangkit dari kegagalan.

Menyalahkan pasangan bukan solusi keluar dari masalah,hingga sampai pada titik kebahagiaan.

Setiap orang bisa menjadi hakim dan menghakimi orang lain,karena kita tidak pernah tahu dan merasakan keadaan yang di alami oleh orang lain

Kesalahan pasti bukan secara sengaja di lakukan. Tidak ada orang yang menjerumuskan diri kepada sebuah kesalahan. Penyesalan selalu ada saat kita melakukan kesalahan.

Sebagai pasangan seharusnya kita bisa menjadi penasehat,bukan bertindak sebagai hakim seolah diri kita tidak pernah melakukan kesalahan.

3|Menerima bukan menuntut

Menuntut pasangan yang tidak di miliki atau tidak bisa di lakukan adalah kesalahan besar. Pasangan yang mampu menerima kekurangan,adalah pasangan terbaik dan mampu bahagia.

Setiap orang pasti punya kekurangan termasuk Anda. Sempurna terbangun dari sebuah kekurangan yaitu Anda dan pasangan. Jangan pernah mengharapkan seseorang sempurna sementara anda tidak memilikinya.

4| Berdiskusi sebelum memutuskan

Saat kita memutuskan rumah tangga,tidak lagi memutuskan sesuatu berdasarkan pemikiran dan perspektif kita sendiri.

Rumah tangga bukan saja bicara sebuah kebahagiaan,di dalamnya terdapat masalah yang menjadi tanggung jawab bersama.

Sebagai manusia biasa tentu kita memiliki rasa percaya diri,sehingga terkadang kita merasa tidak membutuhkan orang lain. Rumah tangga tidak selalu lurus seperti gambaran mudah dalam pikiran kita.

Memutuskan sesuatu secara sepihak atau buru-buru biasanya hanya bersifat sementara,berbeda saat memutuskan secara bersama-sama. Diskusi adalah jalan terbaik sebelum memutuskan hal besar menyangkut kehidupan rumah tangga.

Related post; Penyebab keluarga tidak bahagia dan tidak harmonis

5| Bersyukur

Bersyukur adalah cara sederhana menikmati apa yang tuhan berikan,pasangan adalah salah satu titipan terbaik dari tuhan yang di percayakan kepada kita.

Menerima dan bersyukur akan membuat jiwa kita tenang dan bahagia. Bagaiamana kita tidak bersyukur,tuhan temukan kita dengan orang lain yang sebelumnya bukan siapa-siapa hingga mau hidup bersama kita.

Mengapa kita tidak bersyukur ada orang lain,mau hidup bersama berbagi rasa dan perasaan mengarungi sebuah kehidupan. Kita harus punya rasa malu karena ada orang lain yang mau menerima atas kekurangan yang kita miliki.

Kesimpulan

Kita bisa memilih mana yang terbaik untuk hidup kita,tapi kita tidak bisa menolak apa yang tuhan berikan kepada kita.

Bahagia itu sederhana tidak bisa di ukur dengan apapun,karena hanya kita yang tahu bahagia atau tidak hidup kita.

Sebagai seorang istri yang memahami pasangan ( suami ) Anda,apakah yang sudah Anda lakukan?

Baca juga; Penyebab perceraian rumah tangga

Semoga bermanfaat,dan selalu ada cinta untuk orang-orang di samping Anda [ M.B.S ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *