KEUNTUNGAN dan KERUGIAN saat kita membeli saham

Diposting pada

Saat pertama kali kita mendengar kata saham, pasti yang ada di benak pikiran kita adalah profit yang besar, atau nilai investasi yang besar dari modal yang di investasikan. 

Benar, bahwa saham adalah salah satu instrumen investasi yang menawarkan keuntungan dan profit yang sangat besar untuk calon investornya, berbeda dengan instrumen-instrumen lain seperti pasar uang, saham campuran,dan saham pendapatan tetap. walau demikian pasti sedikit banyak nya kalian sudah pernah mendengar, bahwa memang investasi saham bisa melipat gandakan uang anda, tetapi anda juga harus tahu bahwa saham mempunyai resiko yang tinggi bila di bandingkan dengan instrumen lainnya.
( Modal besar → keuntungan besar → resiko kerugian  besar ) tetapi bukan berarti tidak di minati oleh orang-orang yang mempunyai banyak uang, justru dengan menjadi investor dan membeli saham sebuah perusahaan akan lebih cepat meningkatkan aset kekayaan. lalu apa sebenarnya saham itu yang sebenarnya,

Saham yaitu, satuan nilai atau hak milik maupun pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada pembagian, keuntungan dan kepemilikan sebuah perusahaan ”

Setiap perusahaan saya jamin 100% membutuhkan modal tambahan untuk menumbuhkan, dan mengembangkan  bisnis-nya. dan  salah satu cara ini perusahaan akan mendapatkan uang, modal atau suntikan dana dengan menjual kepemilikan perusahaan pada investor. perusahaan (Emiten)  untuk pertama kalinya menjual saham-nya di bursa efek di kenal dengan ”GO PUBLIC” atau biasa juga di sebut ” INITIAL PUBLIC OFFERING ” ( IPO )

Dunia keuangan perusahaan ( corporate finance ) sebagian besar mencari pendanaan, dan modal keuangan-nya dengan cara melepas sebagian saham hak miliknya, dan sebagian lagi mencari pendanaan menggunakan pembiayaan utang atau transaksi ( Obligasi )

Keuntungan dari perusahaan ( emiten ) yang menjual hak milik dan sebagian sahamnya adalah;
* setiap lembar saham memiliki hak atas keuntungan perusahaan

*deviden , keuntungan perusahaan untuk setiap pemegang saham sesuai tenor yang di tentukan (emiten)

* keuntungan perusahaan dapat di gunakan sebagai modal bisnis atau di bagikan kepada pemegang 
(share holders ) berupa deviden

Share holder yaitu beberapa kumpulan perusahaan yang memiliki hak atas pembelian saham terhadap emiten, yang mempunyai hak untuk voting, atau turut serta ambil bagian dalam menentukan kebijakan sebuah perusahaan. dan mempunyai hak untuk ikut rapat umum pemegang saham (RUPS). penjualan saham antara keduanya biasanya di fasilitasi oleh BROKER, perusahaan broker akan mengenakan biaya berupa fee terhadap keduanya di bursa efek.

Dan broker adalah instansi resmi yang yang bertugas mempertemukan atau perantara yang mengurus dan mempertemukan calon investor dan pemilik perusahaan yang memerlukan transaksi atau pembiayaan.

Fluktuasi atau pergerakan naik turun-nya saham bisa di pengaruhi banyak faktor. dan pada pasar skunder biasanya tergantung pada kinerja perusahaan, atau kebijakan perusahaan dan industri bisanya di sebut dengan fluktuasi mikro. dan pada fliktuasi makro bisa terjadi karena faktor  suku bunga, penilaian kinerja perusahaan dan dampak dari penukaran mata uang antar negara. dan kondisi non ekonami seperti masalah sosial, kondisi politik suatu negara dan sebagainya.
Keuntungan membeli SAHAM

  1. Deviden Keuntungan dari perusahan yang di dapatkan oleh share holder, ketika rapat umum pemegang saham ( RUPS ) telah di setujui dan di akui oleh Emiten dengan waktu dan tempo yang di sepakati bersama kedua belah pihak
  2. Capital Gain Keuntungan yang di dapatkan investor dari nilai keuntungan dan penjualan saham yang terus bergerak. contoh ketika investor pembelian awal selembar saham $1000 dan kemudian saat penjualan saham terjual $1500, maka investor berhak mendapatkan $500 dan inilah yang di namakan capital gain.
Kerugian membeli saham

  1. Capital Loss Yaitu kebalikan dari capital gain, yaitu nilai penjualan saham lebih rendah dari saat pertama kali meng-akuisisi atau membeli saham, contoh investor membeli selembar saham pada $1000 kemudian pada saat penjualan saham itu jatuh atau rendah dengan harga $700 maka mengalami kerugian setiap lembar saham $300, capital loss
  2. Likuidasi tidak dapat menjual saham dengan tepat waktu, dan tidak menemukan harga yang di inginkan, dan lambat ketika melepas saham, hingga tidak ada investor lain yang mau meng-akuisisi-nya
  3. Delisting yaitu penghapusan perusahaan investor, status corporate public menjadi privat corporate, dan akan mengalami kesulitan karena tidak bisa keluar masuk dan bertransaksi jual beli dalam kepemilikan saham.
Semua instrumen investasi mempunyai resiko yang berbeda-beda. jika ingin mendapatkan keuntungan yang cepat dan besar, berinvestasilah menjadi seorang investor dan meng-akuisisi saham. dan apabila masih belum berpengalaman bisa mulai investasi pada instrumenyang memiliki resiko rendah ataupun sedang namun keuntungan yang di dapat tidak sebesar apabila anda investasi saham.