Mengenal Empat Reksadana Dan Resikonya

Posted on
Mengenal Empat Reksadana Dan Resikonya

 Seiring canggihnya kemampuan otak manusia dan perkembangan teknologi, banyak sekali dari diri kita yang tertipu dan tidak bisa mengenal mana peluang dan mana jurang yang bisa membuat kita bangkrut bahkan bisa menjadi penyesalan. banyak sekali orang akan berfikir dua kali untuk memulai investasi, banyak yang beranggapan investasi hanya berupa barang fisik atau pun produk kasat mata atau pun sebuah properti yang mereka anggap sesuatu yang pasti.

 Untuk memulai investasi banyak sekali pilihan instrumen yang bisa kita ambil
  Sebelum melakukan investasi ada baiknya  mengetahui latar belakang perusahaan yang akan kita percaya untuk di jadikan tempat untuk berinvestasi. mulailah berinvestasi saat kita masih punya penghasilan,dan ada uang untuk di kelola untuk aset yang lebih bermanfaat.

  Dalam kesempatan yang sangat berguna ini, penulis ingin berbagi beberapa Reksadana yang harus anda ketahui sebelum berinvestasi, agar suatu saat kita lebih tahu manfaatnya secara maksimal,

  • Reksadana Pasar Uang
   Ialah reksadana yang 100% bentuk investasinya di sebuah pasar uang, seperti sertifikat bank misalnya, deposito berkelanjutan, atau obligasi yang masa jatuh temponya lbih pendek atau kurang dari setahun, bagi kita yang belum mengerti sekali tentang bagaimana berinvestasi di reksadana, 
pilihan ini, sangat tepat sekali karena di samping kita belajar dan mengenal produk reksadana lainnya, jika kita berinvestasi di reksadana pasar uang kita tidak akan di kenakan biaya pembelian ataupun biaya penjualan.
  Reksadana pasar uang mempunyai resiko yang sangat rendah,memungkinkan kita berinvestasi dan tidak perlu memikirkan resiko yang paling berat, dan biasanya untuk berinvestasi reksadana pasar uang banyak pilihan seberapa singkat dan lamanya kita berinvestasi atau menarik aset yang kita miliki. dan yang paling menarik tingkat pengembalian uang hasil investasi lebih tinggi dari suku bunga konvensional.
  • Reksadana Pendapatan Tetap
   Ialah reksadana yang cara menginvestasikan uang, kurang lebih dari 80% dari aset semula yang di gunakan seperti halnya efek utang atau obligasi (surat penting), surat-surat utang atau obligasi ini keluarkan atau di terbitkan oleh lembaga perusahaan/ korporasi ataupun obligasi pemerintah terkait yang bisa mengeluarkan secara resmi.
   Reksadana pendapatan tetap mempunyai resiko yang sangat rendah,di bandingkan reksadan pasar uang,dengan tujuan mendapatkan hasil dan pengembalian lebih stabil, dan sangat tepat jika anda ingin berinvestasi jangka pendek antara satu tahun sampai tiga tahun.
Dalam tempo jangka pendek dan menengah biasanya nilai aktiva bersih (NAB) cenderung naik dengan perlahan dan stabil dan tidak terlalu banyak fluktuasi (naik/turun) 
  • Reksadana Campuran
    Jika kita di hadapkan sebuah pilihan yang terlalu banyak pasti sangat bingung, untuk dari semua reksadana yang ada semuanya baik, hanya bedanya resiko yang kita dapatkan,apakah kita seorang investor pemula atau investor yang mempunyai banyak modal tanpa takut dengan resiko yang sangat besar,.
   Reksadana campuran,juga salah satu pilihan untuk kita berinvestasi dalam tempo jangka menengah antara tiga tahun sampai lima tahun, jika kita sudah siap dan mempelajari resiko dari reksadana campuran maka mulailah menyiapkan dana untuk kita setorkan pada Manager Investasi, yang kita anggap baik dalam mengelola uang nasabahnya.
  • Reksadana Saham
   Ialah jenis reksadana yang paling spesial dan mempunyai julukan High return High risk atau yang banyak orang awam kenal instrumen reksadana yang menawarkan hasil yang sangat tinggi, tanpa mengetahui di balik semua itu ada resiko yang sangat besar. bagi sebagian investor yang sudah ahli reksadana saham bukan alasan untuk tidak berinvestasi atau melipat gandakan uang. ibarat seorang pemancing, jika kita ingin mendapatka ikan tuna yang mahal maka kita perlu modal dan keberanian.
  Reksadana saham tidak di sarankan jika kita hanya ingin berinvestasi di bawah lima belas tahun,karena nilai flukuatif tiap tahun nya tidak akan stabil,dan resiko kerugian modal kita sangat mungkin terjadi, reksadana saham sangat beresiko jika di bandingkan reksadana lainnya, seperti reksadana campuran,reksadana pendapatan tetap,atau reksadana pasar uang.
  Semua pilihan reksadana di atas baik, dan mempunyai resiko yang berbeda-beda, sebaiknya mulai investasi yang mempunyai resiko paling rendah, kemudian belajar memahami intrumen yang lain, resiko selalu ada di setiap pilihan jika kita memilih resiko yang paling rendah maka kita akan mendapatkan hasil yang sedikit juga, dan jika kita berani mengambil resiko yang paling besar maka akan kita dapatkan hasil yang maksimal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *